KARLOTAPOS-Artikel- Asbabun Nuzul Surah Al Baqarah Ayat 80-81. Asbābun Nuzūl atau Sebab-sebab turunnya (suatu ayat) adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur’an diturunkan.

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 80−81
Screenshot myquranina.com

Umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hukum dari hikmah di balik kisah diturunkannya suatu ayat.

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 80−81
Screenshot : myquranina.com

Al-Baqarah Ayat 80−81



وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ – 80

بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ – 81

Dan mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?” Bukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah : 80–81)

Sebab Nuzul

Ayat ini menerangkan bagaimana kaum Yahudi yakin tidak akan disiksa di neraka kecuali beberapa hari saja. Hal tersebut dibantah oleh Allah dengan turunnya ayat ini.



عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ يَهُوْدًا كَانُوْا يَقُوْلُوُنَ: هَذِهِ الدُّنْيَا سَبْعَةُ آلَافِ سَنَةٍ، وَإنَّمَا نُعَذَّبُ لَكَ أَلْفَ سَنَةٍ يَوْمًا فِي النَّارِ، وَإِنَّمَا هِيَ سَبْعَةُ أَيَّامٍ مَعْدُوْدَاتٍ. فَأَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ ذَلِكَ:(وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُوْدَةً … إِلَى قَوْلِهِ: فِيْهَا خٰلِدُوْنَ).3

Terkait:  Cerita Perang Tamuqu Dan Olabu Part I

Ibnu ‘Abbàs mengisahkan bahwa kaum Yahudi berkata, “Dunia ini hanya akan bertahan selama tujuh ribu tahun. Sungguh kami akan disiksa karena (mendustakan)-mu satu hari saja (di akhirat) dalam tiap seribu tahun (di dunia). Dengan demikian, siksa itu hanya akan berlangsung selama tujuh hari.” Allah lalu menurunkan firman-Nya, wa qàlù lan tamassanan-nàru illà ayyàmam-ma‘dùdah… hingga firman-Nya, hum fìhà khàlidùn.

Sumber: myquranina.com