Kamis, Mei 19, 2022
BerandaduniaJet Tempur Siluman F-35 Buatan AS Diboyong jerman, Untuk Apakah?

Jet Tempur Siluman F-35 Buatan AS Diboyong jerman, Untuk Apakah?

Karlotapost.com, Belum berakhirnya peperangan antara Ukraina dan Rusia membuat beberapa negara di Eropa kini memperkuat alutsistanya diberbagai lini. Termasuk Jerman yang dikabarkan dengah memboyong salah satu jet tempur tercanggih saat ini.

Dilansir dari Suara.com – Jerman bakal memesan 35 jet tempur tercanggih saat ini. F-35 buatan AS, seharga 4,4 miliar dollar.

Jet tempur siluman F-35 Lightning II digadang-gadang menjadi jet tempur paling terkemuka di saat ini.

Mengapa Jerman Memboyong Jet Tempur Siluman F-35 Buatan AS?

Pesawat tempur pabrikan Lockheed Martin dikabarkan sebagai “komputer bersenjata”, memiliki kemampuan berjejaring terhadap pesawat lain di udara atau terhadap pasukan darat dan mengolah ribuan informasi pada setiaap detik.

Pesawat ini pun dipersenjatai dengan hulu ledak nuklir.

MenPan Christine Lambrecht (SPD) di awal pekan ini mengumumkan Jerman akan memboyong 35 jet tempur F-35 untuk mengganti jet tempur Tornado yang telah dioperasikan 40 tahun lalu.

Jet Tempur Miliaran Euro

Tetapi pesawat berteknologi tinggi seperti itu tentu ada harganya. Rafael Loss memperkirakan, 35 jet tempur itu akan menelan biaya sekitar 4 miliar euro, atau senilai 4,4 miliar dolar.

Selain itu, tentu akan ada biaya operasional yang cukup besar, dan beberapa ratus juta euro harus dianggarkan untuk penyesuaian bandara militer di Jerman yang diperlukan untuk F-35.

Tanpa invasi Rusia ke Ukraina, investasi seperti itu tidak mungkin bisa terjadi.

Namun sekarang, situasi memang berubah dan pemerintahan saat ini sudah bertekad memperkuat militer Jerman, Bundeswehr dengan anggaran khusus 100 miliar euro setiap tahun.

Terutama dari Partai Hijau yang ikut dalam koalisi pemerintahan, yang dulu didirikan oleh generasi anti perang, tidak ada lagi penentangan besar seperti masa-masa lalu.

Angkatan udara Jerman tampaknya lega bisa mendapatkan pengganti pesawat Tornado.

Letnan Jenderal Ingo Gerhartz, prajurit tertinggi angkatan udara, mengatakan bahwa F-35 memang cocok, karena banyak militer di negara Eropa lain yang juga memilih pesawat tempur AS ini.

“Itu akan memperkuat kemampuan kami untuk bergabung dengan mereka dalam mengamankan wilayah udara NATO dan mempertahankan aliansi,” katanya.

Memang Inggris, Italia, Belanda, dan, yang terbaru, Finlandia dan Swiss, juga telah menyatakan memilih F-35.

Dengan begitu, kerjasama pertahanan udara menjadi lebih mudah. Bagaimana dengan proyek pesawat tempur Eropa FCAS?

Hingga kini, hanya Prancis yang mengembangkan sistem pesawat tempurnya sendiri.

Prancis juga masuk dalam proyek pertahanan udara bersama Eropa, Future Combat Air System (FCAS) Bersama dengan Jerman dan Spanyol.

Proyek miliaran euro itu tadinya direncanakan untuk mengembangkan pesawat tempur jenis baru sampai 2040 dan menggantikan jet tempur Prancis Rafale dan jet tempur Jerman Eurofighter.

“Di Prancis, keputusan Jerman membuat banyak orang frustasi,” kata Paul Maurice, peneliti pertahanan dari French Institute of International Relations yang berkedudukan di Paris.

“F-35 dilihat sebagai lambing dominasi AS di NATO. Setelah begitu banyak pidato dan makalah dan tekad tentang kemandirian dan otonomi pertahanan Eropa, kami sebenarnya berharap Jerman akan lebih fokus pada proyek bersama Eropa,” katanya kepada DW.

Dia melanjutkan, “Apakah Jerman masih membutuhkan FCAS? Apakah F-35 mungkin bukan hanya solusi transisi, tetapi solusi jangka panjang?”

Berlin buru-buru menekankan, F-35 hanya dimaksudkan sebagai pengganti pesawat Tornado.

Tadinya memang dipertimbangkan untuk mengganti Tornado dengan Eurofighter atau pesawat AS yang lebih tua, F-18.

Tapi prosedurnya terlalu rumit dan terlalu lama untuk memodifikasi model-model mampu membawa bom nuklir.

Menteri Pertahanan Christine Lambrecht mengatakan, masih ada cukup uang untuk mendorong FCAS lebih jauh.

Sama seperti F-35, pesawat tempur FCAS kemungkinan besar nantinya juga akan sangat canggih, dan sangat mahal. 

RELATED ARTICLES

Most Popular