Kamis, Mei 19, 2022
BerandanewsPekerjaan Drainase Saluran Libatkan Warga Sekitar

Pekerjaan Drainase Saluran Libatkan Warga Sekitar

Ditengah Pandemi Warga Butuh Kerja

Para warga yang sedang menggali tanah drainase saluran di Jl Rusi Habibie, Batudaa Pantai, Ahad (29/8/2021) (Foto : Usman) 

Karlotapost-News- Pembangunan drainase saluran di wilayah Batudaa Pantai, terus dipacu, belum lama jalan yang rusak parah dan sepit disulap oleh Pemerintah menjadi jalan yang layak untuk digunakan kembali, kali ini pemerintah terkait libatkan warga sekitar dalam pekerjaan Drainase Saluran yang ada di dua Desa, yakni Desa Kayubulan, dan Desa Bilihu Timur, di sepanjang trase Jl Rusi Habibie, kecamatan Batudaa Pantai. Terlihat puluhan warga masyarakat yang sedang melakukan penggalian drainase saluran dengan alat manual, seperti sekop tanah, linggis dan alat sejenisnya, pasalnya pekerjaan itu sudah mereka lakukan sudah beberapa pekan yang lalu, mayoritas pekerja warga Desa setempat, hal ini disampaikan Aris, kepada penulis saat di lokasi. “Kalau di Desa sini Bilihu so 8 hari pekerjaan, kalau yang di Desa sebelah tidak tau barapa hari” Kata Aris. Diwawancarai terpisah Aswin Ismail selaku penggerak tenaga pada pekerjaan itu, tepatnya di kawasan perbatasan Bilihu dan Kayubulan juga ada pekerjaan yang sama tetapi di kawasan itu penggalian tanah menggunakan satu alat berat excavator. “Pekerjaan saluran saat ini ada di dua desa dan para pekerja itu kami ambil dari warga sekitar karena saat ini musim pandemi mereka sangat membutuhkan pekerjaan” kata Aswin, lanjutnya pekerja yang ada di Desa Kayubulan sekitar 40 orang dan pekerjaan yang ada di Desa tersebut sudah 3 pekan, sedangkan yang ada di Desa Bilihu sudah 8 hari. “Ini dari pemerintah PUPR provinsi, dan para pekerja harian di berikan upah 130 ribu per hari” lanjut Aswin, pada pekerjaan itu pihaknya mengerahkan dua Truk Dump, Pick Up, dan satu excavator, selebihnya manual yang di bawah oleh para pekerja, adapun hambatan dari pekerjaan itu kata Aswin seperti cuaca tidak tidak bersahabat, ” hujan, dan ada beberapa masyarakat yang menolak pembangunan drainase ini, karena melalui trase depan rumah mereka, warga ini mengira hanya digali begitu saja dan tidak di beton tapi kenyataannya di Desa Kayubulan sudah kami beton” Pungkasnya, dan warga yang awalnya tidak setuju, setelah ada negoisasi dari pemerintah desa setempat akhirnya setuju dan pekerjaan di kawasan itu, sudah di tahap akhir.

RELATED ARTICLES

Most Popular