Kamis, Februari 2, 2023
spot_img
More

    Orang Paling Cari

    PONGGO

    KARLOTAPOS-Artikel- Sebagai negara yang memiliki beragam budaya bahasa dan tradisi, Indonesia memiliki banyak sekali cerita makhluk mitologi yang di turunkan dari satu generasi ke generasi lainnya, termasuk yang ada di Gorontalo.

    PONGGO
    Ilustrasi Foto : Liputan6.com

    Kali ini penulis akan membahas salah satu mahluk yang bisa dikatakan melegenda dan dikenal sebagian masyarakat Gorontalo tidak lain adalah PONGGO.

    Terlebih dahulu penulis menyampaikan permohonan maaf kepada para pembaca apabila dalam tulisan ini tidak sesuai dengan fakta yang ada, sebab ini hanyalah prespektif liar yang didapatkan penulis, melalui cerita para orang tua terdahulu.

    PONGGO, merupakan salah satu mahluk mitologi yang melegenda dan dipercayai oleh sebagian masyarakat di Gorontalo, bentuknya menyerupai kuyang yang ada di pulau Kalimantan.

    Perbedaan Ponggo dan Kuyang

    Pastinya ada perbedaan yang mencolok pada kedua mahluk tersebut, terletak pada namanya. Hehehehe
    Dalam artikel yang ditulis oleh Zaky yang berjudul Ponggo Hantu khas Gorontalo, pasalnya perbedaannya itu pada mangsanya.

    Ponggo hanya dimiliki oleh kaum wanita saja, sedangkan Kunyang hanya mengganggu wanita hamil, lain halnya dengan Ponggo. Makhluk ini senantiasa menyerang siapa saja yang dianggap musuh.

    Berbeda halnya dengan apa yang diceritakan oleh para petua terdahulu, pasalnya makhluk mitologi atau Ponggo ini mempunyai dua jenis kelamin, (PONGGO ULAI, WAU UBUA) Ponggo laki-laki dan perempuan. Memang benar keberadaan Ponggo ulai, tidak sepopuler seperti panggo bua, yang sudah melegenda ceritanya.

    Pasalnya ponggo adalah sosok manusia biasa yang akan berubah wujudnya atau membelah diri pada malam hari, bentuknya yang sangat menyeramkan, dengan rambut panjang dan organ dalam tubuhnya bergelantungan, akan nampak kepada siapa saja yang melihatnya.

    Terkait:  8 Contoh Judul Proposal PKM Kewirausahaan Terbaik

    Cirita ini sangat melekat pada sebagian masyarakat Gorontalo, bahkan penulis waktu itu dilarang oleh nenek hendak mau tidur menjelang magrib, ” wolo he tuluhemu ma lolango odie, mai momonggoa yio” yang bisa diartikan jangan tidur diwaktu sore menjelang malam karena itu waktu pergantian siang ke malam, biasanya orang yang tidur diwaktu itu bisa berupa menjadi mahluk mitologi ponggo tanpa ia sadari.

    Ada pun cirinya kata Zaky dalam tulisannya. Ciri-ciri perempuan yang memelihara Ponggo yaitu keadaan emosinya cepat meningkat. Wanita tersebut bisa cepat emosi, dan dia sering menggunakan kelamin sapi sebagai lauknya sehari-hari.

    Kita bisa mengetahui kemunculan makhluk ini dengan suaranya yang mirip burung gagak. Jika suaranya terdengar kencang bertanda mahluk itu jauh, dan bila suaranya pelan/kecil berarti dia di sekitar kita.

    Biasanya mahluk itu ditemui di pohon bambu, pohon yang ribuan akan daunnya dan pohon pisang, sasaran utama mahluk tersebut para wanita hamil dan bayi, akan dijadikan santapannya, apabila menjadi mangsa onggo adalah wanita hamil dengan sendirinya janin yang ada di dalam kandungan wanita tersebut akan hilang dengan sendirinya.

    Konon katanya makhluk tersebut takut dengan lidi yang bisa kita jadikan penangkal, untuk itu jika kita bertemu dengan sosok ini, maka pukullah lidi itu ketanah 3x dan dia akan jatuh.

    Terlepas dari semua cerita mengenai mahluk tersebut semua tergantung pada keyakinan kita sendiri, apakah percaya atau tidaknya.

    Latest Posts

    Jangan Lewatkan