Jumat, Desember 2, 2022
spot_img
More

    Orang Paling Cari

    Isi kandungan Surah Al Kafirun

    Karlotapost.com – Kata pertama dari surah ini, “Al Kafirun,” adalah asal istilah “Al Kafirun” . Surat ini diberi nama Al Kafirun karena ditujukan kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Tuhan. Al Kafirun artinya kafir. (الكافرون)

    Isi kandungan surah Al KafirunMelansir dari tafsir Ibnu Katsir, bahwa isi kandungan surah Al Kafirun ayat 1-7 mengandung petunjuk Allah SWT kepada umat Islam untuk menahan diri dari segala jenis kemusyrikan. Pernyataan ini didasarkan pada interpretasi Ibnu Katsir. Atau memiliki beberapa aspek yang sama dengan cara penyembahan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya.

    Isi kandungan Surah Al Kafirun Ayat 1-7

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١

    Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

    لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢

    aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

    وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ٣

    Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

    وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ٤

    Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

    وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ٥

    Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

    لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ ٦

    Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

    Baca juga: 
    Isi Kandungan Surah Al Fatihah Ayat 1-7
    Isi Kandungan Surah Al Ikhlas Ayat 1-4

    Tafsir kandungan Surah Al Kafirun

    Firman Allah Ta’ala,

    قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

    Katakanlah: “Hai orang-orang kafir”. Tulisan suci ini membahas orang-orang kafir yang tidak percaya di bumi. Ayat ini mengacu pada orang-orang kafir Quraisy.

    Menurut sebagian ulama, orang-orang kafir Quraisy meminta Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam menyembah berhala mereka selama satu tahun, kemudian mereka akan bergiliran menyembah dewa Nabi (Allah Ta’ala). Akhirnya Allah Ta’ala mengirimkan surat ini. Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjauhi kemusyrikan.

    Terkait:  Bagaimana Cara Menggunakan 2 WA Dalam 1 HP

    Apa yang dibahas dalam ayat ini,

    لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

    Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”, yaitu Pesaing dan berhala Allah.

    Maksud firman Allah selanjutnya,

    وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

    Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah”, yaitu yang aku sembah adalah Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Maka Allah Yang Maha Tinggi berfirman lagi,

    وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

    Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”, maksudnya adalah aku tidak akan beribadah dengan mengikuti ibadah yang kalian lakukan, aku hanya ingin beribadah kepada Allah dengan cara yang Allah cintai dan ridhoi.

    Oleh karena itu selanjutnya Allah Ta’ala mengatakan kembali,

    وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

    Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah”, maksudnya adalah kalian tidak akan mengikuti perintah dan syari’at Allah dalam melakukan ibadah, bahkan yang kalian lakukan adalah membuat-buat ibadah sendiri yang sesuai selera hati kalian. Hal ini sebagaimana Allah firmankan,

    إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى

    Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm: 23)

    Ayat-ayat ini secara jelas menunjukkan berlepas diri dari orang-orang musyrik dari seluruh bentuk sesembahan yang mereka lakukan.

    Terkait:  6 alasan mengapa suatu perusahaan harus menggunakan jasa freelancer

    kandungan Surah Al Kafirun menegaskan seorang hamba seharusnya memiliki sesembahan yang ia sembah. Ibadah yang ia lakukan tentu saja harus mengikuti apa yang diajarkan oleh sesembahannya. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan apa yang Allah syariatkan. Inilah konsekuensi dari kalimat Ikhlas “Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah”. Maksud kalimat yang agung ini adalah “tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah, dan jalan cara untuk melakukan ibadah tersebut adalah dengan mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam”.  Orang-orang musyrik melakukan ibadah kepada selain Allah, padahal tidak Allah izinkan. Oleh karena itu Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada mereka,

    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” Maksud ayat ini sebagaimana firman Allah,

    وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

    Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)

    لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ

    Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu.” (QS. Asy Syura: 15)

    Imam Al Bukhari mengatakan,

    ( لَكُمْ دِينُكُمْ ) الْكُفْرُ . ( وَلِىَ دِينِ ) الإِسْلاَمُ وَلَمْ يَقُلْ دِينِى ، لأَنَّ الآيَاتِ بِالنُّونِ فَحُذِفَتِ الْيَاءُ كَمَا قَالَ يَهْدِينِ وَيَشْفِينِ . وَقَالَ غَيْرُهُ ( لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ) الآنَ ، وَلاَ أُجِيبُكُمْ فِيمَا بَقِىَ مِنْ عُمُرِى ( وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ) . وَهُمُ الَّذِينَ قَالَ ( وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا )

    Terkait:  Daftar Laboratorium Uji SEM : Menerima Sampel SEM via Online

    Lakum diinukum”, maksudnya bagi kalian kekafiran yang kalian lakukan. “Wa liya diin”, maksudnya bagi kami agama kami. Dalam ayat ini tidak disebut dengan (دِينِى) karena kalimat tersebut sudah terdapat huruf “nuun”, kemudian “yaa” dihapus sebagaimana hal ini terdapat pada kalimat (يَهْدِينِ) atau (يَشْفِينِ). Ulama lain mengatakan bahwa ayat (لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ), maksudnya adalah aku tidak menyembah apa yang kalian sembah untuk saat ini. Aku juga tidak akan memenuhi ajakan kalian di sisa umurku (artinya: dan seterusnya aku tidak menyembah apa yang kalian sembah), sebagaimana Allah katakan selanjutnya (وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ). Mereka mengatakan,

    وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا

    Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka.” (QS. Al Maidah: 64). Demikian yang disebutkan oleh Imam Al Bukhari.

    Via:

    quran.kemenag.go.id/surah/109

    rumaysho.com/1062-faedah-tafsir-surat-al-kafirun.html

    Latest Posts

    Jangan Lewatkan